Saturday, June 2

Christchurch, Babies and Postgraduates

Welcome to the new world, Syed Arif

Syed Arif
More cute pictures @ Sol's FP.

As far as I can remember there were quite a number of babies born in our Malay Community here in Christchurch.

First there's Abang Reza back in midst of winter 2004.



Then Abang Leman and Kak Farah with baby Khalif in the following summer.



Then there's Abang Afendi and Kak Zunika's little daughter.

Then Abang Rashidi (Lincoln). And then Umar, completing 3 heroes of Kak Dayang and Abang Hamdan.


Abang Khairuddin and Kak Ita not to be forgotten. I think they have a couple of babies here. If not mistaken.

Then there's Abang Zahari and Kak Azidah's baby boy. 3 heroes as well. Relatively recent.

These postgraduates families are really akin to your family here in Christchurch. For me, at least.

Abang Reza helped us a lot when we started flatting out, moving to the old-cozy Picton Ave mansion house. We got quite a few free stuff from him. Still remember him saying "aa, amik aa kerusi ni sedap lagi ni, empuk lagi" while trying to make himself comfy on the chair.

Abang Leman too. He practically gave everything before he left. Sofa set, drier, beds. But Kak Nik was the one who got his "BMW". Hehe.

Abang Fendi always kind enough to lend his red Chariot when needed.

Abang Rashidi with all the smiles and laughs.

Abang Hamdan and Kak Dayang. They helped me a lot. Personal advices. Wisdom and knowledge. Kak Dayang is a great cook. There's always a treat when we made a visit.

Abang Khairuddin. We had our first kenduri at her place. Really felt like home back then.

Abang Zahari and Kak Azidah. Always a great help. Abang Zahari with his favorite word "Haa, Ni.. kalau korang nak..." then followed with his spirited words of advice. And Kak Azidah with her Nasi Dagang during Aidilfitri.

Then there's Kak Ainy. We met her at the airport when we first arrived. She showed us the way around. How to take a bus, City tour, Countdown shopping.

Kak Nik. Berjiwa muda. Can be scary at times too. Always give good advice.

Abang Jali and Kak Ain. He recommended me for a job at the now closed Flambe. I worked for more than 2 years.

And not to forget Abang Suhaimi. He helped us a lot. Especially when it comes to car.

And for Kakok who delivered babies all days and nights here in Christchurch.

Abang Nazri, Uncle Ishak, Auntie Kiah, Kak G, Abang Rashid. We are all a family. Albeit a very big one.

Please do accept my deepest gratitude for everything that you have done and my sincerest apologies for everything that I have done.

Thank you all.

Credit: Sol, Bijan, Aida

Revamp

A few touch ups here and there.

New header on top.


New ads on the side.


Google toolbar. Really useful. Trust me. I am using it. =)


Joost. Future Tv. I am an official beta tester. Ping me if u want to get an invite.

Tuesday, May 29

Not

Well...

I was waiting for that special first wish, but it was not forthcoming.

Later, hopefully.

Monday, May 7

Barcode


Would you believe me if I said that the picture above is a code that contain texts?

Follow the steps below to decipher it. (Warning! A camera phone with wireless application protocol function is very essential)
1. Go to http://reader.kaywa.com on your phone browser
2. Install the software
3. Point your phone camera to the image above.

Many thanks.

p/s: on a side note, glory glory Man U****d. Hehe

Friday, March 9

Sekuntum Mawar Merah


"Sekuntum mawar merah... sebuah puisi... untuk gadis pilihan," kata Abang HandyBlack, barang tidak berapa lama dahulu.

"Betul tu bang," kata saya, baru-baru ini.

Mawar merah bukan boleh dibuat semberono.

Hendak dipetik berhati-hati, banyak durinya.
Hendak membeli berjaga-jaga, boleh melambung-lambung harganya.
Hendak memberi berwaspada, salah memberi lain tafsirnya.

Bak kata abang kita tadi, "...untuk gadis pilihan,"

Sekadar ingin memberi tahu..
Ini entri yang untuk keseratus kalinya...
Juga untuk gadis pilihan...

Monday, October 23

Eid Mubarak

...dan maaf lahir batin buat semua.

Semoga di hari gembira ini kita bersama bersyukur atas
segala nikmat-Nya.

Saturday, October 21

Its Just Awesome...

Call me outdated.

But I just had my first incredible 8-hour non-stop experience of Apple.
iMac G5, Tiger OS X 10.4

Its just unforgettable. Already thinking of buying a new MacBook.

Hehe...

Monday, October 16

One Third


// Picture from Seni Kehidupan


Sepertiga terakhir,
penghujungnya hampir;

Fakir,
nyata aku masih fakir.

Saturday, October 7

Boredom

Out of boredom while studying, surfing wiki has revealed the following result; dates that are of significance to me and any birth of public figures associated with them.

Jan 1 - Lilian Thuram, Hasan Salihamidzic
Jan 5 - Shah Jahan
Jan 29 - Oprah Winfrey
Feb 17 - Michael Jordan , Paris Hilton (same year as well meh!)
March 3 - Alex Graham Bell
April 17 - Jennifer Garner & Victoria Beckham
April 26 - Jet Li
May 4 - Hosni Mobarak – President of Egypt, Cesc Febregas - Spanish Footballer
May 6 - Tony Blair
May 13 - Stevie Wonder
May 29 - John F Kennedy
June 15 - Oliver Kahn
Aug 10 - Anwar Ibrahim
Aug 15 - Napolean Bonaparte, Ben Affleck, Begum Khaleda Zia - 1st woman elected as Prime Minister Of Bangladesh, Princess Anne - the only daughter Of Queen Elizabeth 2
Sept 26 - Manmohan Singh - Prime Minister of India, Serena Williams, Michael Ballack
Oct 3 - Zlatan Ibrahimovic, Gwen Stefani
Oct 26 - Aaron Kwok, Guy Sebastian (patutla cool je mamat ni...)
Dec 15 - Baichung Buthia - an Indian football player once signed for Perak (this is the most notable figure I ever heard of anyway...)

For those who notified that their birth dates were not here, it is not because of negligence, it is simply that I could not find any familiar names in wiki.

My common knowledge is not that good anyways.

Feel free to add yours...


Thursday, October 5

Dia yang Ku Rindui

Again, reviving the memories of past, searching for the lost soul...

Entry dated September 23rd, 2004.

Telah lama ku kehilangannya. Dia yang amat kurindui. Sejak kedatangan ku ke sini, beribu batu dari tanah airku yang tercinta, aku sungguh merasakan kehilangannya. Hematku, aku akan boleh hidup tanpanya, tapi apakan daya, tak terdaya untuk diri ini menahan gelodak rindu terhadapnya.

Ah, bilakah detik pertemuan itu? Sekolah rendahkah? Ya, mungkin aku telah berkenalan dengan dia sejak zaman sekolah rendahku lagi, tapi aku pasti yang aku belum cukup mengenalinya. Belum cukup faham dan mengerti akan kehendak sebenarnya...

Aku meningkat remaja. Zaman menengah rendahku, aku bersua lagi dengannya. Dia muncul lagi dalam kehidupanku. Tapi barang sebentar sahaja. Adakah ianya salahku? Tidak cuba untuk mendekatkan diri padanya? Aku tahu aku memerlukannya, tapi mungkin perkenalanku dengannya belum cukup utuh. Belum cukup padu. Mungkin itu yang membuat aku tidak bertahan dengannya. Tidak lama dia berada dalam hatiku. Walaupun aku sedar akan kepentingan dia dalam hidupku. Mungkin belum masanya...

Menengah atas...
Berpindah sekolah. Tawaran sekolah berasrama penuh. Kali ini aku berhubung lagi dengannya. Kadar kekerapan kutambah. Kali ini aku ingin mengenalinya dengan lebih rapat lagi. Aku ingin tahu sebab dan musababnya. Aku ingin tahu kenapa hati ini sangat-sangat memerlukan dia. Setelah begitu banyak interaksi antara aku dengan dia, aku mula mengerti akan dia. Mula memahami akan hakikat sebenar dia. Hati ini sungguh terpaut. Berharap agar dapat bersamanya sepanjang hidupku. Aku tidak ingin melepaskan dia lagi. Itulah harapan ku ketika itu...

Zaman matrikulasi...
Aku mula mencari-cari kelibat dia sebaik sahaja aku mendaftar. Alhamdulillah, aku berjumpa. Tetapi kali ini ia tidak mudah, banyak cabarannya. Terkadang aku terleka, melupakan dia buat seketika. Dia tidak akan marah, cuma diri inilah yang rugi kerana melalaikan akan dia...

Di perantauan orang ini...
Sebelum ke sini, aku selitkan beberapa tanda hati yang aku rasa boleh mengingat aku akan dia. Tapi hampa. Kutahu kurindukan dia, tapi diri ini seolah tiada semangat untuk mengingati dia. Tanda hati itu terperuk di atas meja. Terkadang aku membukanya. Tapi belum lama, aku meletakkannya kembali. Dia sering bermain di fikiranku, tapi aku lemah. Aku tidak pasti sama ada aku mampu atau tidak. Harapanku ketika sekolah dahulu sering ku ingati, tapi entah kenapa, aku seolah tidak mampu untuk itu...

Ya Allah bantulah hamba Mu ini...
Untuk aku kembali mendekatkan diri kepada dia - perjuangan Mu yang suci, menegakkan kalimah Mu dalam diri ini dan dunia seluruhnya...